6 Cara Desain Rumah Anti Bocor
23 Desember 2021 | [rt_reading_time label=”Reading Time:” postfix=”minutes” postfix_singular=”minute”]

Bocor, rembes, dan tampias akibat air hujan merupakan persoalan yang umum terjadi pada bangunan rumah tinggal yang berada di negara tropis dengan curah hujan tinggi seperti di Indonesia.
Berbagai persoalan tersebut bisa diantisipasi dengan menerapkan desain arsitektur yang tepat dan sesuai untuk iklim tropis.
Karena tentunya setiap pemilik rumah ingin merasa aman dan nyaman saat berada di rumah, tanpa khawatir dengan persoalan bocor maupun rembes saat musim penghujan tiba.
Mari simak 6 elemen desain arsitektur yang bisa Anda terapkan agar rumah anti bocor.
1. Mengaplikasikan Bentuk Atap Miring

Atap miring dengan sudut kemiringan minimal 25 derajat merupakan bentuk atap yang paling ideal digunakan untuk bangunan rumah yang berada di iklim tropis.
Jika dibandingkan dengan bentuk atap datar, atap miring lebih mampu mengalirkan air hujan secara efektif dan menghalau air hujan yang tertiup angin kencang, sehingga meminimalisir kemungkinan bocor maupun rembes.
Atap miring memiliki beragam bentuk, seperti atap pelana, atap perisai, hingga atap yang miring ke salah satu arah.
Pilihlah desain atap miring yang paling sesuai dengan konsep arsitektur rumah Anda secara keseluruhan.
Jika ada beberapa area yang menggunakan atap datar atau dak beton, maka pastikan seluruh permukaan atap sudah dilapisi dengan lapisan anti air.
2. Pemilihan Material Yang Tepat Pada Atap

Tidak hanya bentuk atap, pemilihan material atap juga penting untuk mencegah bocor.
Material atap yang umum digunakan pada bentuk miring adalah genteng. Genteng sendiri ada beragam jenis, mulai dari genteng tanah liat, genteng beton, genteng keramik, hingga genteng aspal.
Material genteng cocok diaplikasikan pada atap dengan kemiringan 25 – 40 derajat. Jika kemiringan atap lebih dari 40 derajat, maka genteng harus dipasang secara permanen dengan cara dipaku agar tidak merosot.
Anda juga bisa mengaplikasikan atap metal. Jenis atap metal ini memiliki banyak keunggulan, seperti anti karat, anti bocor, tahan angin kencang, tahan api, tidak menimbulkan panas, fleksibel, dan ringan.
Jangan lupa untuk memberikan lapisan anti air pada atap sebagai bentuk pertahanan tambahan terhadap air hujan.
3. Sistem Talang Yang Baik Untuk Mengalirkan Air Hujan

Selain bentuk atap miring dan pemilihan material atap yang tepat, bocor karena air hujan juga sebaiknya diantisipasi dengan menerapkan sistem yang baik untuk mengalirkan air hujan secara efektif, yaitu dengan memasang talang air dan pipa drainase yang sesuai.
Pilihlah bentuk dan ukuran talang serta pipa yang mampu menampung dan mengalirkan air hujan dalam debit yang cukup besar, sebagai antisipasi saat hujan besar melanda.
Selain itu hindari memasang talang dan pipa yang memiliki terlalu banyak sambungan karena bisa berpotensi rembes.
4. Memasang Kanopi di Area yang Dibutuhkan

Kanopi sudah menjadi bagian yang terpisahkan pada desain rumah yang berada di iklim tropis.
Kanopi tidak hanya berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya dan panas matahari yang masuk ke rumah, namun sekaligus berfungsi menahan air hujan agar tidak langsung menabrak area jendela maupun dinding rumah yang dapat mengakibatkan tampias dan rembes.
Pasanglah kanopi pada area-area yang berpotensi tampias dan rembes, seperti area balkon, teras, serta area yang memiliki bukaan berupa pintu dan jendela.
5. Teras Sebagai Transisi Area Indoor dan Outdoor

Teras merupakan salah satu elemen desain yang penting pada arsitektur tropis.
Dengan adanya teras yang menjadi pembatas dan transisi antara area indoor dengan outdoor, maka air hujan tidak langsung mengenai fasad atau dinding rumah, namun akan mengenai area teras terlebih dahulu. Hal ini bisa menghindari potensi tampias dan rembes pada dinding rumah.
Untuk lantai yang berada di atas lantai dasar, pembatas antara area indoor dan outdoor ini bisa berupa balkon.
Teras dan balkon tidak hanya berfungsi sebagai penangkal tampias dan rembes akibat air hujan, namun juga mampu meningkatkan kualitas ruang pada rumah, serta memberikan keunggulan pada aspek estetika rumah.
6. Menggunakan Secondary Skin Pada Fasad

Jika tidak memungkinkan untuk mengaplikasikan teras sebagai pembatas antara area indoor dan outdoor, maka mengaplikasikan secondary skin pada fasad rumah juga bermanfaat untuk menghindari tampias dan rembes akibat air hujan.
Secondary skin juga bisa menjadi daya tarik tersendiri pada desain rumah secara keseluruhan. Lihat contohnya di rumah karya Mata Air di Jalan Kerinci Jakarta.
Aplikasikan Elemen Arsitektur Tropis Agar Rumah Anti Bocor
Dengan mengaplikasikan beberapa elemen desain arsitektur tropis di atas, maka Anda sudah melakukan antisipasi awal agar rumah terbebas dari bocor, rembes, maupun tampias saat musim penghujan tiba.
Namun jangan lupa juga untuk secara rutin melakukan pengecekan dan perawatan, terutama pada area atap rumah Anda, agar antisipasi terhadap bocor semakin optimal.
Dengan demikian, Anda bisa menikmati musim penghujan dengan tenang dan nyaman tanpa perlu merasa khawatir lagi akan persoalan bocor dan rembes.
Semoga artikel ini bisa membantu Anda!
Mata Air telah memiliki 20 tahun pengalaman dalam merancang dan membangun hunian kelas atas secara profesional. Kami dengan senang hati membantu Anda mewujudkan hunian ideal versi Anda.
Jangan segan untuk berkonsultasi dengan tim dari Mata Air untuk mewujudkan hunian ideal yang mewah, elegan, dan tentunya anti bocor.
Jika Anda ingin mengetahui layanan lengkap Mata Air Design & Build, silakan pelajari menu kami disini atau klik button WA di pojok kanan bawah untuk chat langsung dengan konsultan Mata Air.
Gambar diambil dari: liputan6.com, dekoruma.com, rumah.com, 99.co, casaindonesia.com, archdaily.com, architizer.com, unsplash.com
[pgaf_post_grid design=”design-1″ grid=”3″ limit=”3″ show_content=”false” show_author=”true” show_date=”true” show_category_name=”false” show_author=”true” pagination=”false” cat_id=”7,8,9,10″]