Trending – Pandemi dan pengaruhnya pada arsitektur residensial

Trending - Pandemi dan pengaruhnya pada arsitektur residensial

12 January 2021 | Reading Time: 2 minutes

Selama belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir dan kita bisa kembali menjalani kehidupan normal, rumah akan tetap menjadi tempat aktivitas kita sehari-hari untuk saat ini. Fungsi rumah meluas tak hanya sekedar sebagai hunian. Kini rumah juga menjadi kantor darurat, ruang kelas, studio seni, pusat kebugaran, bahkan jadi bioskop.

Kondisi ini bisa jadi membawa perubahan besar pada mindset kita tentang kehidupan yang ingin dijalani di masa depan, termasuk mempertimbangkan ulang peran rumah agar bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. 

Mengutip Tara Gbloade, seorang arsitek dari kota London pada Wallpaper Magazine,”Karena kita menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, kualitas rumah juga harus beradaptasi jadi lebih baik.” 

Berikut dua hal utama yang akan menjadi poin pertimbangan pada rancangan arsitektur residensial di masa depan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Rumah harus lebih sehat 

Berada di rumah akan meningkatkan pemakaian enerji, sehingga dibutuhkan hunian berventilasi dan memberikan sirkulasi udara yang lebih baik, serta dilengkapi dengan jendela yang memberi pencahayaan alami yang cukup. Pemikiran seperti ini tidak hanya memberi efek baik bagi kesehatan penghuni, tapi juga bagi bumi. 

Area terbuka dalam hunian juga memberi pengaruh baik bagi penghuni agar bisa menghirup udara segar dan menghilangkan kejenuhan dari dalam ruangan.

sterileroom

Keterangan Gambar: Ruang steril rekomendasi Mata Air: lengkap dengan fasilitas untuk sanitasi dan desinfektan, serta alurnya didesain agar mudah digunakan oleh penghuni rumah yang baru datang dari luar untuk bersih-bersih sebelum masuk ke area dalam rumah. Sebagai area transisi yang ideal, lokasi ruang ini sebaiknya strategis antara sisi luar rumah dengan pintu samping atau shortcut rumah Anda.

Ruang steril di area foyer rumah pun jadi satu hal yang menjadi perhatian di masa ini untuk menjaga kesehatan penghuni. Area higienis merupakan ruang transisi yang dapat dilengkapi dengan ruang mandi & cuci tangan untuk meminimalkan penyebaran virus dari luar ke dalam rumah setelah bepergian. 

Memiliki area privat khusus atau ruang terpisah yang bersekat

Ada masanya denah rumah berkonsep terbuka atau open plan space menjadi tren dalam hunian. Namun di masa pandemi ini, terasa bahwa memiliki area privat menjadi sangat penting. Saat semua orang berada di rumah di saat yang bersama, open plan space menghilangkan kebutuhan akan privasi setiap penghuni rumah.  

Area privat yang dimaksud bisa berupa ruang khusus yang tertutup atau ruang-ruang bersekat yang memberi kesan terpisah sesuai fungsi. Area privat ini dibutuhkan khususnya untuk belajar dan bekerja. Sebuah area bebas dari kebisingan yang soundproof ternyata dibutuhkan untuk online meeting. Bahkan menurut artikel The Conversation, sebuah riset menunjukkan bahwa area privat yang nyaman, terpisah dari ruang komunal, mampu meningkatkan pencapaian akademik anak. 

Menurut Lisa Gray dari Gray Organschi Architecture, pemisahan ruang dan menciptakan ruang-ruang khusus, tak hanya dibutuhkan untuk kesehatan mental dan privasi, namun saat ini juga dibutuhkan agar tugas sekolah dan pekerjaan dapat diselesaikan.

Pengalaman masyarakat yang harus tinggal di dalam rumah selama berbulan-bulan pastinya berpotensi menentukan masa depan arsitektur residensial. Pandemi ini memang telah membuka wawasan bahwa hunian adaptif yang memberi kenyamanan sekaligus mampu memberi perlindungan kesehatan bagi penghuni akan harus terus dikembangkan. 

Sumber bacaan:

https://www.wallpaper.com/architecture/global-post-pandemic-architecture-responses

https://www.newyorker.com/culture/dept-of-design/how-the-coronavirus-will-reshape-architecture

https://theconversation.com/coronavirus-an-architect-on-how-the-pandemic-could-change-our-homes-forever-138649

https://www.dwell.com/article/architects-say-coronavirus-covid-19-pandemic-will-change-home-design-ee29c873

^