Mengenal Beaux-Arts melalui desain New York Public Library

Mengenal Beaux-Arts melalui desain New York Public Library

4 January 2021 | Reading Time: 2 minutes

nycpubliclib1

New York Public Library facade. Photo by Clay Banks on Unsplash

Secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 23 Mei 1911, New York Public Library mengangkat gaya Beaux-Arts, yang merupakan gaya yang popular pada jamannya. Gaya ini memberikan kesan yang mewah, megah, luas, dengan berbagai detail ornamen bergaya klasik.

Beaux-Arts terkenal pada tahun 1800-1900 di United States. Gaya ini menginterpretasikan gaya klasik yang sudah ada pada jaman dulu, namun tentu ada perpaduan yang berbeda yaitu perpaduan antara gaya Roma dan Yunani, sehingga menciptakan sebuah gaya yang baru. Gaya ini mengacu pada jaman American Renaissance yang terkenal pada tahun 1890 sampai 1920, dengan mencakup gaya French Renaissance, Italian Renaissance, dan Neoclassic Revival.

Gaya ini sendiri cenderung lebih banyak diterapkan pada gedung-gedung dengan luasan yang besar dan luas, karena gaya ini memiliki karakteristik yang lebih dikhususkan untuk gedung yang luas.

nycpubliclib2

Rose Main Reading Room. Photo by Patrick Robert Doyle on Unsplash

Beberapa karakteristik gaya Beaux-Arts yaitu:

  • Membawakan nuansa yang mewah dan megah
  • Bentuk melengkung pada pintu dan jendela
  • Memiliki banyak ornamen-ornamen seperti patung atau ornamen lampu yang di desain dengan detail
  • Banyak terdapat mural pada dinding atau ceiling
  • Detail pada ornate ceiling
  • Fasat bangunan dengan kolom yang diiringi oleh principal classical ordeI, yaitu Ionic atau Corinthian

Material yang biasanya digunakan pada gaya Beaux-Arts ialah marmer, granit, batu bata, limestone, dan light coloured stone.

nycpubliclib3

Ceiling mural at New York Public Library. Photo by Cody Fitzgerald on Unsplash

Beaux-Arts merupakan bahasa Perancis, yang dalam terjemahan inggris berarti “Fine Arts”. Gaya ini dibawa ke United States oleh kedua murid pertama yang menjaring ilmu di L’Ecole des Beaux Arts di Paris, yaitu Richard Morris Hunt dan H.H. Richardson. Kedua murid itu membawa gaya Beaux Arts masuk ke United States untuk pertama kalinya pada 19th century.

Perancangan desain bangunan New York Public Library dimulai pada tahun 1897, dan kemudian mulai resmi dibangun pada tahun 1902, dan selesai dibangun (dibuka secara resmi) pada 1911. Arsitek New York Public Library adalah John Carrere & Thomas Hastings. Kedua arsitek tersebut juga termasuk salah satu satu influencer gaya Beaux-Arts pada jamannya.

New York Public Library terdiri dari 4 lantai, terdiri dari lantai Basement, Lantai 1, 2, dan 3. Terdapat 4 ruang yang menjadikan New York Public Library menjadi bangunan yang harus dikunjungi di New York,  yaitu Astor Hall, McGraw Rotunda, Rose Main Reading Room, dan Bil Blass Catalog Reading Room.

Dua ruang khusus yang terdapat di New York Public Library yaitu Rose Main Reading Room, yang merupakan salah satu ruangan terbesar di dunia yang tidak berkolom dan Bill Blass Catalog Reading Room yang memiliki ceiling dengan dekoratif ornamen dan mural ceiling yang sangat detail, menjadikan kedua ruang ini ditetapkan oleh pemerintah New York sebagai interior landmark.

^